Welcome

Selamat Datang di Blogger Kami ( Kelompok Inflasi )

Senin, 24 Agustus 2009

PERUSAHAAN ISI ULANG AIR MINUM AirO2SIS

Dalam Berbisnis, baik itu bisnis skala besar maupun kecil tentu saja memiliki berbagai resiko. Resiko itu pasti ada dalam setiap bisnis. Resiko tidak bisa dihilangkan tetapi bisa di minimalisirkan. Berikut ini adalah profil suatu bisnis berskala besar di Yogyakarta dan berbagai macam resiko yang dihadapi serta cara mengatasi resiko tersebut.



Profil Lengkap Perusahaan AirO2SIS
Perusahaan AIRO2SIS oleh CV. Gajah Suro, terletak di jalan Ontorejo 6A, Krikilan Sleman Yogyakarta. Perusahaan ini didirikan oleh Udrianto Galih Anugrah Putra, pada 14 Maret 2007. Perusahaan ini memiliki 5 karyawan, yang terdiri dari 3 ekspedisi dan 2 marketing. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa, yaitu jasa isi ulang air minum galon yang mengandung oksigen dan telah terdaftar pada DinKes P.IRT 213330101264.


Perusahaan ini di dalam menjalankan bisnisnya juga menawarkan fasilitas layanan antar. Perusahaan ini juga memiliki keistimewaan pada produk air yang dijualnya karena air yang dijual merupakan hasil dari teknologi NASA yang namanya Reverse Osmosis atau RO dimana kualitas air lebih baik 7 kali lipat daripada air mineral biasa dengan TDS kurang dari 20 yang artinya tiap liter airnya maksimal hanya ada 20mg pengotor seperti seng,tembaga,timah dan lain-lain. Kualitas air yang demikian baik secara tidak lansung juga dapat bermanfaat membantu kinerja ginjal. Harga per galon Rp.8000,00 sudah sampai pada tangan konsumen. Pelanggan yang telah setia, menggunakan produk ini adalah counter-counter teh Tong Jie, teh Jawa dll


RESIKO YANG DIHADAPI OLEH PERUSAHAAN
Resiko yang dihadapi yaitu pertama bila ada pelanggan baru yang menggunakan fasilitas layan antar , terkadang alamat yang diberikan sulit untuk dicari, sehingga memakan waktu lama. Yang kedua, jika galon yang ditukar pelanggan atau yang disimpan rusak, dan hilang. Yang ketiga jika peralatan seperti penyaring mengalami kerusakan. Yang keempat yaitu terkadang menemukan pelanggan yang tidak percaya pada kualitas air yang ditawarkan.Yang kelima yaitu air yang tercemar.

CARA MENGANTISIPASI RESIKO YANG ADA
Resiko yang pertama mengantisipasinya dengan menanyakan alamat yang pasti dan lengkap, dan meminta nomor telepon. Resiko yang kedua cara mengantisipasinya dengan melakukan mendata jumlah galon yang dimiliki, serta memberikan standar galon untuk pengisian air sehingga perusahaan juga tidak mengalami kerugian. Resiko yang ketiga mengantisipasinya dengan melakukan pengontrolan terhadap peralatan yang digunakan secara berkala.Resiko yang keempat yaitu dengan melakukan pendekatan dengan konsumen melalui penyuluhan mengenai produk yang ditawarkan dan melakukan tes pengujian TDS air secara gratis sehingga konsumen benar-benar percaya bahwa air yg ditawarkan bagus.Resiko yang kelima cara mengatasinya dengan melakukan pengecekkan kelayakkan air secara berkala dan melakukan standarisasi peralatan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar